Pesantren Kilat di Lapas Pematangsiantar, WBP Dibekali Ilmu Keagamaan dan Pembinaan Karakter

Foto: Tangkapan layar IG Lapas Kelas II A Pematangsiantar 


Pematangsiantar – Dalam rangka meningkatkan pembinaan kerohanian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pematangsiantar menggelar kegiatan Pesantren Kilat yang berlangsung selama lima hari, mulai 2 hingga 6 Maret. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pembinaan mental dan spiritual bagi para WBP selama menjalani masa pidana.


Program Pesantren Kilat tersebut terselenggara melalui kerja sama dengan Kementerian Agama Kota Pematangsiantar. Kolaborasi ini diharapkan mampu memberikan materi keagamaan yang komprehensif serta pembinaan yang lebih terarah kepada para peserta, sehingga nilai-nilai religius dapat tertanam dengan baik.


Sebanyak 30 orang WBP turut ambil bagian dalam kegiatan ini. Para peserta mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh antusias, menunjukkan semangat tinggi untuk memperdalam pemahaman agama sebagai bekal memperbaiki diri ke arah yang lebih baik.


Selama pelaksanaan Pesantren Kilat, peserta mendapatkan berbagai materi keagamaan, mulai dari pemahaman dasar-dasar ibadah hingga praktik langsung. Materi yang diberikan mencakup tata cara menjadi imam sholat, penyampaian khutbah Jumat, serta penguatan akhlak dan nilai-nilai moral dalam kehidupan sehari-hari.


Tidak hanya teori, para peserta juga dilatih secara langsung melalui praktik keagamaan yang dipandu oleh para pembimbing. Hal ini bertujuan agar para WBP tidak hanya memahami secara konseptual, tetapi juga mampu mengaplikasikan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan nyata, baik selama di dalam Lapas maupun setelah bebas nanti.


Kegiatan ini diharapkan mampu membentuk karakter WBP yang lebih baik serta memperkuat nilai-nilai spiritual selama menjalani masa pembinaan. Dengan adanya pembinaan kerohanian yang berkesinambungan, para WBP diharapkan dapat menjalani kehidupan yang lebih positif dan produktif.


Sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dan prestasi peserta, kegiatan Pesantren Kilat ditutup dengan pemberian penghargaan. Para santri yang menunjukkan capaian terbaik mendapatkan hadiah berupa seperangkat alat sholat sebagai bentuk motivasi untuk terus meningkatkan kualitas ibadah.


Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas IIA Pematangsiantar menegaskan komitmennya dalam memberikan pembinaan yang positif dan bermanfaat bagi WBP. Program pembinaan kerohanian ini diharapkan menjadi bekal penting bagi para WBP saat kembali ke tengah masyarakat, sehingga mampu berkontribusi secara baik dan menjauhi perilaku yang melanggar hukum.


Laporan: Tim Fokus Lapas 

Sumber: IG Lapas Kelas II A Pematangsiantar 

0 Komentar